Sesuatu dibalik sayuran yang segar itu

November 1, 2009 by TF Amin  
Filed under Featured, Pemberdayaan Ekonomi

Sesuatu yang indah dan segar memang menyenangkan. Tidak hanya bagi mata yang melihat, tapi juga bagi indera perasa kita. Contohnya adalah sayuran, banyak dari kita yang  lebih memilih sayuran yang segar dan indah dipandang  mata. Pendek kata, bila sayuran, misalnya kangkung atau bayam, terlihat indah, hijau dan segar, banyak orang yang membeli. Bila sebaliknya, sayuran itu jarang yang membeli. Atau ada yang membelinya tapi dengan pertimbangan harganya lebih murah. Tentang rasa, kadang kalah dengan penglihatan kita.

Ya, banyak dari kita yang membeli sayuran dengan mempertimbangkan sayuran itu indah, hijau dan segar. Padahal, tahukah kita kenapa sayuran itu menjadi demikian? Kata seorang petani, sebut saja dia namanya pak Soleh, sayuran itu menjadi sangat segar, hijau dan indah dipandang mata karena pemupukannya luar biasa. Pupuk kimia yang dipakai cukup banyak, belum lagi obat-obatan lain, seperti obat daun, yang disemprotkan ke tanaman itu. “Tanpa pupuk dan obat-obatan itu, sayuran gak akan demikian segarnya,” kata pak Soleh.

Memang, menghindari makan makanan yang bebas dari bahan kimia bukanlah sesuatu yang mudah. Kecuali bila kita menanam sendiri, di rumah kita, dengan tidak memupuk dan tidak memakai dengan obat-obat kimia. Kayaknya hanya cara ini yang paling ampuh saat ini untuk membebaskan diri kita, atau minimal mengurangi, dari bahan-bahan kimia yang makin banyak saja terdapat dalam sayuran itu.

Tapi, kebanyakan kita memang seringnya berfikir pendek, pragmatis. Misalnya begini, 1) memanam sendiri gak punya lahan, 2) Sudah punya uang, kok repot-repot menanam sendiri, 3) malu bila membeli sayuran yang boreken, jelek, karena sayuran itu tidak dipupuk dengan baik (yang menjual sayuran begini kayaknya juga jarang). Dan lainnya, yang intinya, kebanyakan kita memang seringnya berfikir jangka pendek, sehinga tanpa disadari, kita terus saja mengkonsumsi kimia yang terdapat dalam sayuran-sayuran itu.

Ada pula yang berfikiran sok melas (kasihan) dengan para petani sayuran, kalau kita menanam sendiri, lalu bagaimana nasib para petani sayuran? Sependek yang saya tahu, bahwa penjual akan menyediakan barang dagangan sesuai dengan permintaan pembeli. Kalau saja permintaan pembeli adalah jenis sayuran yang dikurangi unsur kimianya, petani juga  tidak akan menyediakan dagangan macam demikian.

Pendek kata, kebanyakan dari kita memang hanya suka melihat sesuatu yang indah dan segar. Padahal dalam sesuatu yang kelihatan indah dan segar itu, didalamnya bisa jadi mengandung sesuatu yang berbahaya. Seperti dalam sayuran itu, termasuk juga dalam banyak buah-buahan, didalamnya banyak sekali unsur kimia yang berbahaya bagi tubuh kita. Bulan yang di atas sana terlihat indah,tapi katanya sih, saya juga belum pernah kesana, senyatanya berbatu-batu dan gak layak huni.

Dari cerita ini, pagi ini, setelah lama sekali gak menulis disini, saya punya pelajaran yang berharga, bahwa keberdayaan itu ya berkait dengan kemampuan kita dalam melihat sesuatu sampai kedalam-dalamnya. Melihat keindahan tidak hanya dengan mata kita, yang seringnya telah terkontaminasi, tapi juga dengan kacamata lain, berupa ilmu kesehatan. Sesuatu yang terlihat indah, tidak selamanya menyehatkan.***