<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tajib foundation</title>
	<atom:link href="http://tajibfoundation.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tajibfoundation.com</link>
	<description>empowerment for human dignity  / pemberdayaan untuk martabat kemanusiaan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2009 11:46:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tidak ada Tuhan selain Uang?</title>
		<link>http://tajibfoundation.com/2009/11/06/tidak-ada-tuhan-selain-uang/</link>
		<comments>http://tajibfoundation.com/2009/11/06/tidak-ada-tuhan-selain-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 11:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TF Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajibfoundation.com/2009/11/06/tidak-ada-tuhan-selain-uang/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang membutuhkan&#160; uang, termasuk juga saya. Tapi, membutukan uang bukan berarti menjadi hamba uang, atau men-Tuhan-kannya. Menjadi hamba uang, akan menjadikan hidup kita tidak merdeka. Karena ketika ketika mau berbuat sesuatu, selalu saja yang keluar dari pikiran kita adalah, &#8220;seberapa uang yang akan kita dapat dari perbuatan kita?&#8221; 
Pikiran macam itu sudah sering saya [...]<p>Post from: <a href="http://tajibfoundation.com">tajib foundation</a></p>
<p><a href="http://tajibfoundation.com/2009/11/06/tidak-ada-tuhan-selain-uang/">Tidak ada Tuhan selain Uang?</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tajibfoundation.com/2009/11/06/tidak-ada-tuhan-selain-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sesuatu dibalik sayuran yang segar itu</title>
		<link>http://tajibfoundation.com/2009/11/01/sesuatu-dibalik-sayuran-yang-segar-itu/</link>
		<comments>http://tajibfoundation.com/2009/11/01/sesuatu-dibalik-sayuran-yang-segar-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 01:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TF Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajibfoundation.com/2009/11/01/sesuatu-dibalik-sauran-yang-segar-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Sesuatu yang indah dan segar memang menyenangkan. Tidak hanya bagi mata yang melihat, tapi juga bagi indera perasa kita. Contohnya adalah sayuran, banyak dari kita yang&#160; lebih memilih sayuran yang segar dan indah dipandang&#160; mata. Pendek kata, bila sayuran, misalnya kangkung atau bayam, terlihat indah, hijau dan segar, banyak orang yang membeli. Bila sebaliknya, sayuran [...]<p>Post from: <a href="http://tajibfoundation.com">tajib foundation</a></p>
<p><a href="http://tajibfoundation.com/2009/11/01/sesuatu-dibalik-sayuran-yang-segar-itu/">Sesuatu dibalik sayuran yang segar itu</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tajibfoundation.com/2009/11/01/sesuatu-dibalik-sayuran-yang-segar-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiai Dulah dan Kebunnya</title>
		<link>http://tajibfoundation.com/2009/09/18/kiai-dulah-dan-kebunnya/</link>
		<comments>http://tajibfoundation.com/2009/09/18/kiai-dulah-dan-kebunnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 03:17:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TF Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajibfoundation.com/2009/09/18/kiai-dulah-dan-kebunnya/</guid>
		<description><![CDATA[Saya mengendarai mobil begitu kencang menuju ke timur. Sampai saya tak menyadari telah sampai di sebuah desa. Saya merasa belum pernah menuju desa ini. Terasa asing, kecuali satu plang terpampang di halaman rumah seorang warga. Terlihat jelas plang itu bertuliskan Pimpinan Ranting NU Desa Clebok &#8211;bukan nama desa sebenarnya.
Saya membelokan mobil, karena saya selalu merasa [...]<p>Post from: <a href="http://tajibfoundation.com">tajib foundation</a></p>
<p><a href="http://tajibfoundation.com/2009/09/18/kiai-dulah-dan-kebunnya/">Kiai Dulah dan Kebunnya</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tajibfoundation.com/2009/09/18/kiai-dulah-dan-kebunnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keberdayaan, menerima kekalahan dengan senyuman</title>
		<link>http://tajibfoundation.com/2009/07/10/keberdayaan-menerima-kekalahan-dengan-senyuman/</link>
		<comments>http://tajibfoundation.com/2009/07/10/keberdayaan-menerima-kekalahan-dengan-senyuman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 01:27:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TF Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Resiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajibfoundation.com/2009/07/10/keberdayaan-menerima-kekalahan-dengan-senyuman/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tanda keberdayaan adalah menerima kekalahan dengan senyuman. Kalimat ini tiba-tiba saja muncul dalam pikiran saya ketika semalam nonton show telp-telponan antara capress Jusuf Kalla dan capress SBY di televisi. Acara telp-telp yang sungguh luar biasa, sampai hampir pagi saya gonta-ganti channel, dan buka-buka situs berita, menunggu telp-telp serupa antara capres Megawati dengan capress [...]<p>Post from: <a href="http://tajibfoundation.com">tajib foundation</a></p>
<p><a href="http://tajibfoundation.com/2009/07/10/keberdayaan-menerima-kekalahan-dengan-senyuman/">Keberdayaan, menerima kekalahan dengan senyuman</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tajibfoundation.com/2009/07/10/keberdayaan-menerima-kekalahan-dengan-senyuman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Modal untuk usaha ekonomi (3)</title>
		<link>http://tajibfoundation.com/2009/07/05/modal-untuk-usaha-ekonomi-3/</link>
		<comments>http://tajibfoundation.com/2009/07/05/modal-untuk-usaha-ekonomi-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 01:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TF Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemberdayaan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Modal usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajibfoundation.com/2009/07/05/modal-untuk-usaha-ekonomi-3/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan sebelumnya disini
Begini. 
Apa yang tadi teman-teman ceritakan tentang usaha itu sebenarnya masih berupa keinginan, belum berupa usaha yang pernah teman-teman laksanakan. Sekali lagi maih berupa keingnan usaha yang akan teman-teman lakukan, bukan berupa usaha yang pernah atau sedang teman-tema nlakukan tapi karena kurang modal lantas usaha teman-teman&#160; itu kurang berjalan dengan baik.
Para pemuda itu [...]<p>Post from: <a href="http://tajibfoundation.com">tajib foundation</a></p>
<p><a href="http://tajibfoundation.com/2009/07/05/modal-untuk-usaha-ekonomi-3/">Modal untuk usaha ekonomi (3)</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tajibfoundation.com/2009/07/05/modal-untuk-usaha-ekonomi-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Modal untuk usaha ekonomi (2)</title>
		<link>http://tajibfoundation.com/2009/07/01/modal-untuk-usaha-ekonomi-2/</link>
		<comments>http://tajibfoundation.com/2009/07/01/modal-untuk-usaha-ekonomi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 03:42:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TF Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemberdayaan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Modal usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajibfoundation.com/2009/07/01/modal-untuk-usaha-ekonomi-2/</guid>
		<description><![CDATA[tulisan sebelumnya.
Saya bertanya kepada para pemuda itu, &#34;memangnya berapa dana yang kalian butuhkan?&#34; Pertanyaan saya lagi-lagi mengagetkan para pemuda itu. Karena seolah pertanyaan itu mengandung makna bahwa lembaga yang saya tawarkan akan bisa memberikan pinjaman dana sesuai dengan harapan mereka.
&#34;Apa kami bisa meminjam dana sebesar tujuh juta?&#34; tanya mreka.
 

Kalau hanya segitu yang teman-teman pinjam, [...]<p>Post from: <a href="http://tajibfoundation.com">tajib foundation</a></p>
<p><a href="http://tajibfoundation.com/2009/07/01/modal-untuk-usaha-ekonomi-2/">Modal untuk usaha ekonomi (2)</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tajibfoundation.com/2009/07/01/modal-untuk-usaha-ekonomi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Modal untuk usaha ekonomi</title>
		<link>http://tajibfoundation.com/2009/06/25/modal-untuk-usaha-ekonomi/</link>
		<comments>http://tajibfoundation.com/2009/06/25/modal-untuk-usaha-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 03:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TF Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemberdayaan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Modal usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajibfoundation.com/2009/06/25/modal-untuk-usaha-ekonomi/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa pemuda kampung mengelukan kegelisahan mereka, berkait dengan masalah pekerjaan. Keluhan itu tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Sampai terasa risih kuping saya mendengarnya.
&#8220;Kalau saja kami punya modal, kami bisa punya pekerjaan,&#8221; kata salah seorang dari mereka. Perkataan serupa juga disampaikan oleh lainnya walaupun dengan kalimat yang berbeda.
Mereka mengutarakan kegelisahan itu dengan harapan saya mencarikan modal. [...]<p>Post from: <a href="http://tajibfoundation.com">tajib foundation</a></p>
<p><a href="http://tajibfoundation.com/2009/06/25/modal-untuk-usaha-ekonomi/">Modal untuk usaha ekonomi</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tajibfoundation.com/2009/06/25/modal-untuk-usaha-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keberdayaan = Kemampuan memilih antara kebutuhan dan keinginan</title>
		<link>http://tajibfoundation.com/2009/06/23/keberdayaan-kemampuan-memilih-antara-kebutuhan-dan-keinginan/</link>
		<comments>http://tajibfoundation.com/2009/06/23/keberdayaan-kemampuan-memilih-antara-kebutuhan-dan-keinginan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 20:04:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TF Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Planning Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajibfoundation.com/2009/06/23/keberdayaan-kemampuan-memilih-antara-kebutuhan-dan-keinginan/</guid>
		<description><![CDATA[Di tulisan sebelumnya saya sudah menggambarkan sedikit tentang keberdayaan dengan contoh khusus keberdayaan masyarakat di daerah bencana serta keberdayaan dengan mengolah sampah. Dua tulisan itu semoga bisa sedikit menjelaskan tentang apa maksud keberdayaan dalam blog ini. 
Berikut ini saya coba tuliskan lagi tentang maksud keberdayaan, dengan penekanan pada kemampuan memilih diantara sekian banyak pilihan. Seorang [...]<p>Post from: <a href="http://tajibfoundation.com">tajib foundation</a></p>
<p><a href="http://tajibfoundation.com/2009/06/23/keberdayaan-kemampuan-memilih-antara-kebutuhan-dan-keinginan/">Keberdayaan = Kemampuan memilih antara kebutuhan dan keinginan</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tajibfoundation.com/2009/06/23/keberdayaan-kemampuan-memilih-antara-kebutuhan-dan-keinginan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi berdaya dengan mengolah sampah</title>
		<link>http://tajibfoundation.com/2009/06/21/menjadi-berdaya-dengan-mengolah-sampah/</link>
		<comments>http://tajibfoundation.com/2009/06/21/menjadi-berdaya-dengan-mengolah-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 07:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TF Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Planning Blog]]></category>
		<category><![CDATA[climate change]]></category>
		<category><![CDATA[kompos]]></category>
		<category><![CDATA[pemanasan global]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajibfoundation.com/2009/06/21/menjadi-berdaya-dengan-mengolah-sampah/</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah mengira bahwa sampah bukanlah persoalan serius. Karena itulah saya menuliskan ini sebagai kelanjutan dari tulisan sebelumnya disini. Anda mungkin&#160; mengira demikian, bukan?
Karena mengira bukan soal serius, saya menganggap biasa dan lumrah saja orang-orang yang melakukan hal berikut ini untuk menyelesaikan problem sampah:

Begitu selesai nyapu (membersihkan sampah), sampah dibuang ke sungai. Kalau di kampung [...]<p>Post from: <a href="http://tajibfoundation.com">tajib foundation</a></p>
<p><a href="http://tajibfoundation.com/2009/06/21/menjadi-berdaya-dengan-mengolah-sampah/">Menjadi berdaya dengan mengolah sampah</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tajibfoundation.com/2009/06/21/menjadi-berdaya-dengan-mengolah-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemberdayaan masyarakat di daerah bencana</title>
		<link>http://tajibfoundation.com/2009/06/21/pemberdayaan-masyarakat-di-daerah-bencana/</link>
		<comments>http://tajibfoundation.com/2009/06/21/pemberdayaan-masyarakat-di-daerah-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 01:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TF Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Planning Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurangan Resiko Benana]]></category>
		<category><![CDATA[PRB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajibfoundation.com/2009/06/21/pemberdayaan-masyarakat-di-daerah-bencana/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu contoh masyarakat berdaya dalam postingan saya sebelumnya adalah masyarakat yang berada di daerah bencana. Keberdayaan masyarakat di daerah bencana ini penting, mengingat Indonesia adalah negeri yang begitu banyak kejadian bencana. 
Dan bisa jadi besok adalah daerah kita sendiri yang mendapat giliran bencana. 
 
Keberdayaan masyarakat di daerah bencana menjadi kunci selamatnya masyarakat tersebut. [...]<p>Post from: <a href="http://tajibfoundation.com">tajib foundation</a></p>
<p><a href="http://tajibfoundation.com/2009/06/21/pemberdayaan-masyarakat-di-daerah-bencana/">Pemberdayaan masyarakat di daerah bencana</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://tajibfoundation.com/2009/06/21/pemberdayaan-masyarakat-di-daerah-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
