Keberdayaan = Kemampuan memilih antara kebutuhan dan keinginan

June 23, 2009 by TF Amin  
Filed under Featured, Planning Blog

Di tulisan sebelumnya saya sudah menggambarkan sedikit tentang keberdayaan dengan contoh khusus keberdayaan masyarakat di daerah bencana serta keberdayaan dengan mengolah sampah. Dua tulisan itu semoga bisa sedikit menjelaskan tentang apa maksud keberdayaan dalam blog ini.

Berikut ini saya coba tuliskan lagi tentang maksud keberdayaan, dengan penekanan pada kemampuan memilih diantara sekian banyak pilihan. Seorang yang disebut berdaya manakala dia mampu menentukan pilihan antara dua hal yang seolah tidak ada bedanya,yakni: kebutuhan dan keinginan.

Apa itu kebutuhan, serta  apa pula itu keinginan?

Dua kata ini memang susah sekali didefinisikan, tapi sebenarnya begitu mudah dirasakan. Contoh di tulisan sebelumnya, khususnya nomor 3, saya kira sudah cukup menjelaskan. Saya tulis lagi contoh itu di bawah ini.

Seseorang ingin membeli motor, kendaraan bermesin roda dua. Apa tujuan dari membeli motor itu? Apakah tujuannya  seseorang itu membeli motor "karena ingin naik/mempunyai motor", atau karena seseorang itu membeli motor "karena butuh alat transportasi"?

Membeli motor "karena ingin naik/mempunyai motor" adalah jenis keinginan.

Keinginan tersebut muncul bisa jadi karena faktor lain seperti 1) tetangga membeli motor dan kita iri, 2) malu dengan temannya yang mempunyai motor,  3) atau pun lainnya. Tapi apa pun keinginannya, tetaplah fokusnya pada rasa "ingin naik motor", atau rasa ingin mempunyai motor.

Keinginan itu seolah wajar, tapi menjadi tidak wajar manakala keinginan itu diujudkan dengan cara yang tidak wajar.

Sering kita dengar, warga kampung harus menjual ini dan itu, khususnya sawah, hanya untuk memenuhi keinginan naik/membeli motor. Ada pula cerita, seorang anak yang mengancam membunuh orang tuanya hanya karena terdorong keinginan untuk membeli motor ini.

Sedang yang kedua, membeli motor "karena  butuh alat transportasi" adalah jenis kebutuhan.

Bisa jadi karena seseorang itu punya urusan yang memang mengharuskan alat transportasi cepat. Misalnya untuk urusan perdagangan. Atau anak sekolah, yang memang  lokasi sekolahnya jauh dari rumahnya.

Pada akhirnya memang tergantung pda diri kita, apakah kita mau membeli motor "karena ingin naik/mempunyai motor" atau pun "karena butuh alat transportasi". Seorang yang berdaya, apabila mampu mengedepankan kebutuhan daripada keinginan.

Di zaman ini, antara kebutuhan dan keinginan susah sekali dibedakan. Apa yang sebenarnya hanya keinginan, kadang bermakna kebutuhan. Iklan di televisi, koran, dan lainnya, termasuk internet, berperan besar dalam mengaburkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

(Selain dikaburkan, kadang malah keduanya, baik keinginan dan kebutuhan, diciptakan. Tapi untuk yang ini akan saya bahas di tulisan berikutnya. Tetaplah update blog ini, ok!)

Comments

One Response to “Keberdayaan = Kemampuan memilih antara kebutuhan dan keinginan”
  1. Agoesman Rz says:

    Salam.. Keberdayaan
    Salam Kenal juga buat pengasuh blog TF….. dari kami yg berusaha berperan serupa tapi beda lokasi… nun jauh di NTT sana… Setuju dgn rumusan : Keberdayaan = Kemampuan memilih antara kebutuhan dan keinginan… Silakan mampir juga ke blog kami di sekitar akar rumput.. toek berbagi pengalaman dan goresannya… thanks

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!