Maksud dan Definisi Pemberdayaan
June 19, 2009 by TF Amin
Filed under Featured, Planning Blog
Sebuah email kami terima dari seorang teman. "Kang, mungkin dishare dulu tentang apa itu pemberdayaan. Agar kami punya gambaran tentang kemana blog ini nantinya." Demikian bunyi kalimat dalam email itu.
Terimakasih kiriman emailnya. Alangkah senangnya bila pertanyaan dikirim langsung dipapan komentar.
Mendefinisikan kata pemberdayaan tidaklah mudah, memang. Apalagi masing-masing mendefinisikan kata itu dari sudut pandang yang berbeda. Bagi seseorang sebuh upaya dimaknai sebagai pemberdayaan; tapi orang lain bukan pemberdayaan. Misalnya dibawah ini:
Bagi sebagian orang, pembagian duwit, seperti kasus program BLT –yang konon berasal dari dana hutang– adalah pemberdayaan. Sementara bagi lainnya, bukan pemberdayaan, melainkan penjerumusan. Karena dalam pembagian itu tidak ada sisi pendidikannya.
Juga, bagi sebagian orang, pengaspalan jalan di kampung X adalah pemberdayaan, tapi bagi orang lainnya itu bukan pemberdayaan.
Mana diantara dua pandangan yang berbeda itu yang disebut pemberdayaan? Susah menjawabnya, apalagi bila masing-masing menyediakan seperangkat argumen pembenaran.
Tapi saya tidak akan memperdebatkan mana yang pas disebut pemberdayaan dari dua hal itu. Saya juga tidak akan membuat definisi, semata karena sampai saat ini saya juga masih kesulitan membuat definisinya. Tapi gambaran dibawah ini mungkin bisa menjelaskan apa yang disebut berdaya:
- Sebuah masyarakat di daerah yang rawan banjir. Masyarakat itu disebut berdaya manakala mereka sadar akan ancaman banjir, serta menyadari betapa rentannya mereka. Lebih dari itu, masyarakat disitu mau bersama-sama membangun kapasitas agar berkurang kerentanannya serta terselamatkan dari ancaman banjir.
- Rumah tangga yang sadar akan apa yang mereka konsumsi setiap hati, ternyata banyak mengandung zat kimia. Walau tak bisa lepas 100% dari makanan yang berbau kimia, tapi keluarga itu selalu berusaha menghindari zat-zati kimia dari makanan yang mereka konsumsi. Mereka membuat kompos, dari sampah dapur, untuk pertanian mereka agar penggunaan pupuk kimia berkurang. Dan seterusnya.
- Seorang yang berduwit, tapi tidak mau membeli barang yang tidak dia butuhkan. Dia membeli motor bukan karena ingin naik motor, dia membeli motor karena dia memang membutuhkan motor untuk alat transportasi. Dia membeli hape hanya untuk kebutuhan telp dan SMS, makanaya dia membeli handphone second dan hanya berkapasitas untuk itu. Pendek kata, membeli barang sesuai dengan kebutuhannya. Bukan membeli barang karena ingin membelinya.
- Seseorang memilih dalam pemilu, bukan karena mendapat uang. Tapi memilih karena tahu siapa yang dipilih, tahu program-programnya, tahu problem yang dihadapi masyarakat, dan berharap bahwa yang dipilih akan bisa memperjuangkan solusi problem itu.
Itu baru sedikit contoh gambaran keberdayaan, baik seseorang atau komunitas/masyarakat, yang saya maksud dalam blog ini. Keberdayaan yang merupakan buah dari pemberdayaan. Semoga contoh itu memberikan gambaran awal tentang apa maksud pemberdayaan.
Atau, anda punya definisi dan contoh lainnya?

Hmmmmmm………
Gimana ya soal pemberdayaan itu ?
Mungkin itu adalah respek dari sudut pandang manusia, yang setiap manusia mempunyai pemikiran, pemahaman, penafsiran, pandangan, dan seterusnya sesuai dengan kemampuan penangkapan pesan.
Kalau saya sih melihat dan memandang yang positif tingking aja deh……
Karena tidak semua manusia bisa menerima pesan baik, walau pun sebenarnya yang disampaikan tersebut adalah hal baik.
Dan definisi pemberdayaan menurut pemahaman saya “yang mungkin salah”. Memberikan informasi dan mendorong untuk berbuat yang tujuannya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga tidak ketergantungan.
Mungkin seperti itu, Terimakasih…..
berdaya identik dengan kemampuan seseorang atau komunitas untuk mengelola energi baik yang bersifat imaterial maupun material dan itu berada dalam dari maupun di luar dirinya. dari tata kelola energi itulah dia akan mendapatkn apa yang mereka butuhkan.
yang menjadi soal adalah bagaimana cara membikin orang atau komunitas tersebut mampu mengelola anergi tersebut. kata orang sains setiap benda mempunyai energi potensial. berarti setiap kita mempunyai apa yang orang lain miliki atau alam sekali pun. manusia mampu hidup di daerah yang panas karena mampu mengetahui kemampuan dan potensi yang ada dalam dirinya untuk beradaptasi dengan lingkungan luarnya yang panas.nah agar potensi itu berubah menjadi energi kinetik (gerak), bahas tajib foundation berdaya, maka dibutuhkn sentuhan (bahasa Newton "gaya").
meski energi yang dimiliki masing-masing individu / komunitas berbeda, maka gaya yang dibutuhkan pun berbeda. disini saya mau tanya ke TF, apakah gaya itu harus dari luar untukmemunculkan gerakan dari dalam individu atau komunitas?
kalo q baca fokusnya pada masyrakat kecil dan mengkritik pemerintahan tapi .ya nek bisa ma solusinya ,biar di coba tuk melangkah oleh pembaca dan pemerintah tuk menjalakan ya kanya q ya tau harus bagemana meng atasinya kan desaku banjir terus kekeringan tapi yaman
Saya percaya Kang Tajib mampu membuat sebuah model yg bisa memberi manfaat bagi sesama. Mungkin yang berat membangun pondasi awal, yakni mencari teman yg sama-sama memiliki hati mulia.
Met berjuang Kang
wow dahsyat
inspiring banget mas